5 Resiko Telat Bayar Lazada Paylater! DC ke Rumah

Paylater kini tengah menjadi perbincangan hangat dalam aplikasi belanja online. Ada banyak aplikasi belanja online yang kini berlomba-lomba untuk menawarkan paylater, salah satunya Lazada. Namun, sebaiknya kenali resiko telat bayar Lazada Paylater sebelum memakainya.

Layanan Lazada Paylater merupakan sebuah layanan pembayaran belanja online di aplikasi Lazada yang memungkinkan Anda untuk melakukan cicilan seperti kredit.

Sama seperti namanya, dengan layanan paylater, Anda nantinya bisa bayar nanti sesuai tanggal jatuh tempo.

Untuk memakai layanan paylater ini, Anda tidak perlu memiliki kartu kredit. Oleh sebab itu, banyak yang tertarik untuk menggunakannya.

Lalu, sebenarnya apa resiko yang ada di balik tagihan cicilan paylater itu? Simak ulasannya di bawah ini agar Anda lebih mantap saat ingin memakainya.

Info Mengenai Lazada Paylater

Lazada Paylater merupakan salah satu layanan bayar cicil tanpa perlu kartu kredit yang ditawarkan oleh aplikasi belanja online ternama bernama Lazada.

Adanya layanan ini diharapkan bisa membantu pengguna aplikasi yang ingin berbelanja, namun tidak memiliki cukup dana untuk membayar.

Nantinya, pengguna bisa membayar dengan cara dicicil setiap bulan sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.

Namun, ada banyak orang yang salah kaprah dalam memahami cicilan Paylater ini, seperti tidak memperhatikan tanggal jatuh tempo, nominal bunga, dan yang lainnya.

Akibatnya, mereka terkejut dengan jumlah cicilan yang perlu dibayarkan, terlebih jika telat membayar. Untuk itu berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai Lazada Paylater:

1. Tanggal Jatuh Tempo

Sama seperti pinjaman dari layanan keuangan lainnya seperti bank, Lazada Paylater juga memiliki tanggal jatuh tempo yang perlu menjadi perhatian. Rincian tagihan biasa akan ditampilkan pada tanggal 17 setiap bulan.

Baca juga:  Cara Pinjam Uang di Kredit Pintar 10 Menit Cair

Kemudian, tanggal jatuh tempo untuk membayar cicilannya adalah bulan berikutnya, tepatnya tanggal 2.

Dalam jangka waktu tersebut, yang totalnya adalah 2 minggu, Anda diharapkan untuk mengumpulkan dan menyiapkan dana yang akan dibayarkan sebagai cicilan.

Dalam jarak antara 2 sampai 3 hari sebelum tanggal jatuh tempo, pihak Lazada akan mengingatkan tagihan yang harus dibayarkan melalui pesan suara otomatis maupun pesan singkat dalam kurun waktu sekitar 1 jam.

Saat sudah diingatkan tersebut, sebaiknya langsung bayar tagihan sebelum terlambat atau Anda akan menerima resiko telat bayar Lazada Paylater.

2. Bunga

Lazada Paylater mengikuti kebijakan dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dalam menetapkan besaran bunga per bulan yang harus dibayarkan peminjam.

Adapun besaran bunga tersebut adalah 2,95% per bulan.

Perlu diperhatikan juga bahwa jika Anda melakukan pembelian barang di Lazada dengan nominal harga di atas Rp1.000.000, maka Anda wajib membayar uang muka sebesar 20% dari total harga transaksi.

3. Biaya Layanan

Di sinilah letak kerumitan pembayaran paylater karena selain bunga, Anda juga harus membayar biaya layanan. Biaya layanan yang akan dikenakan adalah sebesar 1% dari nominal pinjaman yang Anda lakukan.

Sebagai contoh, misalnya Anda membeli baju seharga Rp100.000 dan menggunakan sistem bayar Lazada Paylater, maka besarnya biaya layanan yang harus Anda bayarkan adalah 1% x Rp100.000 = Rp1.000.

Resiko Telat Bayar Lazada Paylater yang Perlu Anda Tahu

Resiko Telat Bayar Lazada Paylater

Setiap layanan keuangan yang melibatkan suatu perusahaan atau lembaga, pasti memiliki konsekuensinya jika terjadi pelanggaran kesepakatan. Paylater adalah salah satu layanan yang penuh resiko jika tidak diperhatikan dengan benar.

Baca juga:  Apa itu Restrukturisasi Akulaku? Simak Disini

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, akan ada resiko telat bayar Lazada Paylater jika memang dilakukan oleh peminjam. Resiko tersebut adalah berupa denda yang dihitung sesuai jumlah hari Anda telat membayar. Besaran denda tersebut adalah 0,3% per hari.

Jadi, misalnya Anda memiliki total cicilan sebesar Rp100 ribu, lalu Anda terlambat membayar selama 2 hari dari tanggal jatuh tempo. Maka, besaran denda yang dikenakan adalah 0,6% x Rp100 ribu = Rp600.

Meskipun kecil, denda ini tidak bisa disepelekan karena akan menumpuk dari hari ke hari jika tidak kunjung dibayar. Oleh sebab itu, pastikan Anda menyiapkan dana sesuai nominal tagihan yang harus dibayarkan setiap bulan.

Berikut beberapa contoh cara menghitung nominal tagihan atau besarnya angsuran per bulan dari jumlah pinjaman sesuai tenornya:

1. Menghitung Bunga

Sebelum menghitung besarnya cicilan, maka Anda perlu menghitung besarnya bunga pinjaman terlebih dahulu. Misalnya, Anda meminjam sebesar Rp500 ribu dari Lazada Paylater.

Karena nominal pinjaman di bawah Rp1 juta, maka tidak akan dikenakan biaya layanan.

Seperti informasi sebelumnya, besarnya suku bunga pinjaman di Lazada Paylater adalah 2,95% per bulan. Maka dapat dihitung:

  • Bunga= suku bunga x jumlah pinjaman
  • = 2,95% x Rp500 ribu
  • = Rp14.750.

2. Angsuran Tenor 3 Bulan

Setelah menghitung besarnya bunga per bulan, selanjutnya adalah menghitung besarnya angsuran per bulan yang bergantung pada tenor.

Jika memilih tenor 3 bulan, maka besaran angsuran per bulannya menjadi:

  • Angsuran= jumlah pinjaman / 3 + bunga
  • = Rp500 ribu / (3 + Rp14.750)
  • = Rp181.416 per bulan

3. Angsuran Tenor 6 Bulan

Jika memilih tenor 6 bulan, maka besarnya cicilan per bulan yang harus dibayar adalah:

  • Angsuran= jumlah pinjaman / 6 + bunga
  • = Rp500 ribu / (6 + Rp14.750)
  • = Rp98.083 per bulan
Baca juga:  7 Resiko Tidak Bayar Akulaku! Hati-hati di Penjara

4. Angsuran Tenor 9 Bulan

Untuk tenor 9 bulan, Anda harus membayar cicilan per bulan sebesar:

  • Angsuran= jumlah pinjaman / 9 + bunga
  • = Rp500 ribu / (9+ Rp14.750)
  • = Rp70.305 per bulan

5. Angsuran Tenor 12 Bulan

Tenor terakhir yang ditawarkan adalah 12 bulan atau 1 tahun. Jika memilih tenor ini, besarnya angsuran atau cicilan per bulan yang harus dibayarkan antara lain:

  • Angsuran= jumlah pinjaman : 12 + bunga
  • = Rp500 ribu / (12 + Rp14.750)
  • = Rp56.416 per bulan

Dari perhitungan masing-masing tenor di atas, tenor 3 bulan memang menghasilkan jumlah angsuran yang paling besar, disusul tenor 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan.

Meskipun begitu, perlu Anda perhatikan juga besaran bunganya.

Walaupun tenor 3 bulan mengharuskan Anda mencicil lebih besar, namun bunganya menjadi lebih sedikit.

Dalam artian, ketika cicilan dijumlah total tidak terlalu jauh berbeda dengan nominal pinjaman. Dengan begitu, besarnya bunga total yang dibayarkan adalah:

  • Bunga total= Rp14.750 x 3
  • = Rp44.250

Sebaliknya, tenor 12 bulan menghasilkan jumlah angsuran yang sedikit, namun terlalu banyak bunga yang dibayarkan. Bunga yang dibayarkan jika memilih tenor 12 bulan adalah:

  • Bunga total= Rp14.750 x 12
  • = Rp177.000

Namun, tak sedikit juga orang yang lebih memilih tenor 12 bulan karena walaupun banyak bunga tetapi waktu yang diberikan cukup lama untuk mengumpulkan uang.

Dengan begitu, mereka dapat menghindari resiko telat bayar karena nominal yang besar.

Apapun kondisinya, meminjam uang melalui Paylater merupakan utang, jadi kita harus berkomitmen untuk mengembalikannya.

Jangan sampai utang terus menumpuk dan justru menjerat dan menjadi beban yang memberatkan karena terkena resiko telat bayar Lazada Paylater.

Artikel Terkait

error: