5 Contoh Nomor Rekening BRI Asli dan BRI Palsu

Di zaman yang serba canggih seperti ini membuat banyak transaksi dapat dilakukan secara online menggunakan mobile banking. Namun ternyata hal ini malah meningkatkan risiko penipuan digital sehingga Anda harus tahu bagaimana contoh nomor rekening BRI yang asli.

BRI merupakan salah satu bank konvensional bergengsi yang ada di Indonesia sehingga tidak aneh lagi jika banyak oknum yang menargetkan nasabah BRI sebagai sasaran untuk tindak kejahatan. Tentunya, Anda harus mengatasi hal demikian.

Jenis Kejahatan yang Membahayakan Pengguna Mobile Banking BRI

Seiring dengan canggihnya teknologi, ternyata hal ini juga berdampak pada meningkatnya risiko tindakan penipuan yang marak terjadi di dunia digital. Masalah ini pun tidak menutup kemungkinan terjadi bagi nasabah mobile banking BRI yang sering melakukan transaksi.

Selain mengetahui contoh nomor rekening BRI yang asli, ternyata Anda juga harus mengenal segala bentuk kejahatan sering terjadi. Adapun berikut ini adalah 4 jenis kejahatan yang membahayakan pengguna mobile banking BRI:

1. Phising

Siapa yang tidak kenal dengan salah satu tindak kejahatan yang paling marak dilakukan ini? Phising sendiri merupakan sebuah tindakan dengan meminta pengguna untuk mengungkapkan identitas informasi.

Biasanya oknum akan menjalankan aksinya melalui pesan palsu menggunakan SMS hingga e-mail. Awalnya oknum pencuri akan mengirim pesan dan meminta korban untuk mengirimkan informasi personal seperti user ID, nomor rekening, PIN, serta masa berlaku kartu kredit.

Perlu Anda waspadai bahwa tindakan phising ini lebih mudah dikenali karena biasanya oknum akan memberikan batasan waktu yang singkat.

Baca juga:  16 Jenis Kartu Kredit BRI (Limit, Bunga dan Syarat)

2. Malware

Tidak jauh membahayakannya dari phising, malware merupakan teknik pembobolan rekening pada mobile banking dengan memanfaatkan virus atau software jahat. Nantinya, virus ini akan menginfeksi aplikasi mobile banking milik Anda dan akan menjalankan misinya.

Misi yang akan dijalankan oleh virus ini berupa pencurian user ID, kata sandi, mengambil koneksi nasabah, mengganti halaman web, dan mengambil alih internet banking sehingga akan terjadi transaksi ilegal yang tidak dilakukan oleh pemilik asli rekening.

3. Typosite

Kejahatan internet banking yang selanjutnya adalah typosite. Tindak kejahatan ini adalah dengan membuat halaman web yang dimana alamatnya menggunakan nama yang mirip dengan web internet banking suatu bank.

Tujuan dari tindakan ini adalah untuk memberi jebakan kepada nasabah untuk memasukan user ID, kata sandi, PIN, dan informasi lainnya pada halaman palsu tersebut. Setelah korban memasukan informasinya, maka pelaku akan bertindak mengambil alih mobile banking milik korban.

4. Keylogger

Berbeda dari ketiga jenis kejahatan di atas, keylogger adalah sebuah perangkat yang biasanya dipasang di antara keyboard dan CPU atau perangkat lain yang digunakan untuk merekam segala tindakan yang diketik oleh nasabah bank.

Hasil rekamanan ini akan dikirimkan kepada pelaku melalui e-mail yang kemudian di copy langsung dari perangkat keylogger. Bahkan karena semakin mudahnya penggunaan teknologi, hal ini juga membuat software tersebut bisa dengan mudah terinstall pada komputer nasabah.

Dari keempat kasus pembobolan mobile banking di atas, tentunya harus Anda ketahui dan kenali dengan baik agar bisa mencegahnya. Untuk membantu Anda menggunakan mobile banking dengan  bijak dan aman, simak informasi selanjutnya ini.

Tips Menggunakan Mobile Banking dengan Bijak

Seperti yang kita ketahui bahwa internet memiliki jangkauan yang sangat luas. Anda tidak bisa melawan segala tindakan ilegal yang terjadi, tetapi bisa mencegah dan mengatasinya dengan beberapa tips seperti yang akan kami bahas di bawah ini:

1. Miliki Kartu Kredit Sementara

Jika Anda merasa ada yang janggal dari mobile banking yang digunakan, sebaiknya segera hubungi call center bank BRI. Jangan lupa juga untuk menyiapkan kartu kredit sementara dan jangan menggunakan rekening utama.

Baca juga:  Cara Transfer SMS Banking BRI Ke BNI 3 Menit Beres

Tabungan sementara ini berguna jika sewaktu-waktu Anda harus belanja atau membeli keperluan rumah tangga dan tidak bisa menggunakan kartu kredit utama. Tidak perlu khawatir karena biasanya setiap bank atau perusahaan kartu kredit akan memberikan layanan ini.

2. Jangan Terlalu Sering Belanja Online di Platform yang Belum Terpercaya

Belanja online dapat menjadi salah satu jalan masuknya kasus pembobolan yang terjadi. Dengan demikian, akan lebih baik jika Anda membatasi belanja online di platform yang masih diragukan kualitasnya.

Anda tetap bisa shopping sepuasnya asalkan di marketplace yang sudah kredibel. Bukan tanpa alasan, hal ini bertujuan untuk menghindari kasus pembobolan mobile banking yang marak terjadi di media sosial.

3. Rutin Ganti Kode Akses dan PIN

Jika Anda sering melakukan transaksi secara online, akan lebih baik jika rutin mengganti kode akses dan PIN rekening BRI yang dimiliki. Pasalnya, rekening yang sering digunakan akan semakin meningkatkan risiko kejahatan yang muncul.

Jika bisa, gunakanlah kode unik dengan menggunakan kombinasi angka dan huruf yang sulit dimengerti oleh orang lain. Cukup Anda saja yang harus tahu makna dari kombinasi angka dan huruf tersebut.

4. Gunakan Jaringan yang Aman

Perlu Anda perhatikan juga bahwa kasus pembobolan mobile banking ini dapat terjadi jika Anda sering menggunakan jaringan yang tidak aman. Jaringan yang dimaksud disini adalah layanan wifi gratis yang banyak digunakan oleh masyarakat luas.

Dengan demikian, sangat disarankan untuk tidak menggunakan jaringan ini saat hendak membuka mobile banking. Khususkanlah penggunaan internet untuk membuka aplikasi banking agar data dan informasi yang ada di dalam dapat terjaga dengan baik dan aman.

5. Aktifkan Fitur Autentikasi Akun

Salah satu cara untuk mengamankan akun mobile banking adalah dengan mengaktifkan fitur autentikasi transaksi. Fitur ini berguna agar nanti saat ada yang melakukan transaksi ilegal harus melalui persetujuan terlebih dahulu melalui OTP atau One Time Password.

Fitur ini dinilai ampuh untuk mencegah para hacker yang seenaknya membobol rekening Anda. Tentunya dengan adanya fitur ini dapat memberikan rasa tenang bagi nasabah karena tidak perlu khawatir akan terjadi transaksi ilegal.

Baca juga:  5 Cara Pinjam Uang di Bank BRI 10 Menit Cair

Selain mengetahui bagaimana cara menggunakan mobile banking dengan aman, Anda juga wajib mengenal contoh nomor rekening BRI. Hal ini bertujuan agar Anda bisa mengidentifikasi apakah nomor rekening yang hendak dikirim uangnya asli atau tidak.

Berikut Contoh Nomor Rekening BRI Asli

Di Indonesia sudah banyak terdapat bank konvensional. Sebagai tanda satu bank dengan bank lainnya, biasanya setiap bank akan memiliki kode atau angka khusus yang menandakan bahwa nomor tersebut merupakan nomor rekening dari bank yang bersangkutan.

Nah jika Anda adalah nasabah BRI, maka harus kenal bahwa bank BRI menggunakan 15 digit dalam rekeningnya, sedangkan nomor rekening BRI syariah menggunakan 10 digit. Adapun contoh nomor rekening BRI adalah 0111-01-058xxx-50-7.

Nomor rekening ini memiliki makna tersendiri yang dimana 0111 adalah kode unit cabang BRI, angka 50 menunjukan jenis rekening BRI yang digunakan dan sisanya adalah kode unik yang menjadi identitas nomor rekening nasabah.

Setelah Anda mengetahui bagaimana cara menggunakan mobile banking dengan bijak dan contoh nomor rekening BRI. Sekarang adalah saatnya Anda untuk mulai berhati-hati dalam menggunakan bank online agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga:

error:
close