8 Cara Menghadapi Debt Collector Lewat Telepon

Mendapatkan panggilan telepon dari debt collector tentu bukan hal yang menyenangkan. Artinya, ada yang tidak beres dengan utang yang Anda punya. Bagi Anda yang kebingungan saat ditagih utang melalui telepon, penting sekali untuk mengetahui cara menghadapi debt collector lewat telepon.

Ada beberapa alasan mengapa debt collector menelepon Anda, entah karena tagihan utang lupa dibayar atau memang karena sudah menunggak cukup lama.

Agar bisa mengatasi panggilan telepon tersebut, ada beberapa strategi yang perlu diterapkan agar Anda tidak diteror terus menerus.

Cara Menghadapi Debt Collector Lewat Telepon

Ancaman Debt Collector Lewat Telepon

Dalam banyak kasus, para debt collector melakukan penagihan yang disertai ancaman sampai pelecehan kepada para debitur.

Mungkin, tidak semua debt collector nakal. Akan tetapi, Anda perlu waspada untuk melindungi diri.

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan untuk menghadapi debt collector melalui telepon? Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

1. Jangan Kabur dan Menutup Telepon

Seringkali, banyak nasabah yang justru menghindari telepon dari debt collector, padahal tagihannya menggunung.

Hal yang perlu diketahui adalah saat Anda menghindar, maka bisa jadi debt collector akan datang langsung ke rumah Anda.

Hal ini tentu akan menjadi masalah besar, apalagi jika para tetangga mengetahui permasalahan utang Anda. Pada dasarnya, para kreditur atau pihak yang memberi pinjaman berhak menagih piutangnya kepada debitur.

Meskipun undang-undang yang mengatur tentang perlindungan konsumen sudah ditetapkan, bukan berarti Anda bisa kabur dan lari dari tanggung jawab.

Baca juga:  Telat 7 Hari DC Bank Mandiri Datang ke Rumah

Anda bisa memiliki sejarah utang yang buruk jika memilih kabur dan tidak membayar utang saat tanggal jatuh temponya telah tiba.

Jika tidak merespon telepon atau SMS dari debt collector, maka Anda akan dicap sebagai debitur nakal.

2. Berhati-hatilah dengan Penagih Utang Tidak Resmi

Dalam banyak kasus, agen penagih utang salah menelepon nomor debitur karena begitu banyak nama yang tertera.

Orang-orang yang memiliki nama “pasaran” seperti Budi atau Agus kerap memperoleh telepon penagihan yang sebetulnya tidak ditujukan untuk dirinya.

Terkadang, para debt collector akan menghubungi semua nomor orang di area yang sudah ditentukan dengan nama belakang yang sama guna mencari debitur tersebut maupun anggota keluarganya.

Nasabah sebaiknya berhati-hati dengan konsep “utang siluman” karena utang tersebut sifatnya tidak sah. Namun, para debt collector yang nakal tetap sering menerima nasabah.

Utang siluman merupakan utang yang telah dilunasi, namun pihak debt collector tetap menagihnya.

Secara hukum, agen tersebut tidak berhak mengajukan tagihan pada utang yang telah dibayar.

Namun, jika Anda membayarnya karena takut dengan ancaman, maka uang tersebut selamanya tidak akan bisa kembali. Anda pun juga tidak bisa berbuat apa-apa ke agen tersebut.

3. Tetap Tenang dan Jangan Gegabah

Sering kali, para debt collector mengancam debitur untuk mengambil tindakan hukum supaya utangnya dapat cepat dibayarkan.

Padahal, utang piutang bukan perkara yang masuk ke ranah pidana, sehingga debitur tidak bisa dipenjarakan.

Utang piutang merupakan masalah antar warga dan tidak ada hubungannya dengan tindak kriminal.

Satu-satunya kondisi dimana tindakan mangkir membayar utang dapat berubah menjadi tindakan kriminal yaitu saat uang tersebut digunakan untuk kejahatan, misalnya untuk membeli narkoba, berjudi, dan tindak kejahatan lainnya.

4. Bicara dengan Nada Ramah

Cara menghadapi debt collector lewat telepon yang berikutnya yaitu bicara dengan nada ramah. Meskipun terlihat sepele, nyatanya nada bicara memiliki peran penting dalam mengamankan diri Anda dari teror debt collector.

Baca juga:  5 Cara Agar Pinjol Tidak Menghubungi Kontak! Ampuh

Nada bicara yang tinggi bisa dibalas dengan nada bicara yang tinggi pula. Oleh karena itu, aturlah nada bicara sedikit lebih rendah.

Saat suara Anda terdengar meninggi, maka debt collector juga bisa mengimbanginya dengan suara yang lebih tinggi, bahkan lebih kasar.

Tidak berhenti sampai di situ, Anda justru akan mendapatkan banyak pertanyaan yang menyebabkan telepon akan semakin lama.

Nada bicara perlu diperhatikan karena biasanya pihak debt collector dapat bicara secara kasar apabila Anda juga kasar.

Jika Anda memang berhutang dan telat membayarnya, maka cobalah untuk mengakui kesalahan tersebut dan jangan merasa diri sendiri paling benar.

5. Gunakan Aplikasi Perekam Suara Telepon

Menggunakan aplikasi perekam suara telepon sangat penting jika sewaktu-waktu Anda mendapatkan panggilan dari debt collector.

Hal ini karena rekaman pembicaraan tersebut dapat menjadi bukti jika suatu saat Anda membutuhkannya.

Rekamlah pembicaraan dengan debt collector karena para pengacara dapat membimbing Anda menggunakan rekaman tersebut dengan cerdas.

Jika debt collector menagih utang dengan cara mengintimidasi, maka percakapan tersebut sangat layak untuk direkam.

Rekaman tersebut dapat digunakan untuk bukti keluhan yang sah sesuai alur hukum. Jika telepon Anda mempunyai fitur pengeras suara, maka gunakanlah fitur tersebut dan rekamlah dengan jelas.

Umumnya, smartphone keluaran masa kini telah dibekali fitur rekaman yang telah terpasang untuk mengabadikan percakapan di telepon.

6. Berikan Kepastian Tanggal Pembayaran

Barangkali, langkah yang satu ini sedikit sulit dilakukan. Apalagi, bagi Anda yang kondisi finansialnya tidak dapat diprediksi.

Namun, langkah yang satu ini bisa dijadikan opsi terbaik untuk menghindari ocehan debt collector yang mungkin mengganggu Anda.

Baca juga:  7 Resiko Tidak Bayar Pinjaman Online! Kontak di Teror

Memang sudah sewajarnya Anda memberi kepastian mengenai tanggal pembayaran utang. Tanggal yang sudah pasti ini setidaknya dapat meluluhkan hati debt collector, sehingga tidak akan meneror Anda lagi.

Namun, jika Anda masih ragu-ragu, maka jangan memberitahu tanggal pembayaran utang Anda.

Akan lebih gawat jika nantinya Anda tidak dapat memenuhi janji tersebut. Bahkan, pihak bank atau fintech nantinya dapat menuntut Anda dengan perkara wanprestasi.

Jadi, jika kondisi finansial Anda tidak memungkinkan untuk membayar utang dalam tempo dekat, maka berikan jawaban bahwa Anda tetap akan membayar dengan tidak menyebutkan tanggal.

7. Jangan Lakukan Pemalsuan Data

Saat debt collector menghubungi Anda, maka jangan sekali-kali berbohong atau berpura-pura salah sambung. Jangan menyuruh keluarga Anda berkata bahwa Anda sudah pindah alamat atau bahkan meninggal.

Pemalsuan data adalah suatu tindakan yang melanggar hukum, sehingga Anda dapat terjerat pasal penipuan atau pemalsuan data.

Apalagi, agen penagih utang maupun para penyelidik dapat menyelidiki dengan mudah berbagai pernyataan palsu.

Dikarenakan panggilan penagihan umumnya direkam, maka kebohongan Anda juga ikut terekam.

8. Ketahui Hak Anda

Dalam hukum negara, seorang debt collector tidak boleh melakukan ancaman dalam bentuk apapun kepada debitur.

Bukan hanya itu, debt collector juga tidak berhak melancarkan ungkapan hinaan atau bahkan pelecehan kepada debitur yang mangkir dari membayar utang.

Biasanya, ancaman yang paling umum diucapkan oleh debt collector yaitu akan menyebarkan informasi tentang utang debitur kepada teman-teman atau keluarga.

Intinya, debt collector tidak memiliki hak untuk membicarakan utang Anda kepada orang lain tanpa seizin Anda.

Setelah mengetahui penjelasan di atas, sekarang Anda bisa tahu bagaimana cara menghadapi debt collector lewat telepon.

Oleh karena itu, jangan terburu-buru panik karena Anda harus menghadapi debt collector dengan kepala yang dingin.

error:
close